Risiko terserang penyakit stroke akan berkurang jika kita sering memeriksa denyut nadi. Hal tersebut merupakan suatu langkah sederhana untuk mencegah (fibrilasi atrium/FA) atau kelainan irama jantung. FA merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit stroke.
Salah satu laporan yang mengejutkan datang dari NCBI (National Center for Biotechnology Information) pada tahun lalu. Diprediksi akan terdapat 72 juta penduduk di Asia yang akan mengalami FA pada tahun 2050 mendatang. Sejumlah 2,9 juta penduduk dari total bisa terserang stroke.
Seorang profesor bernama Tan Ru San mengatakan bahwa kita semua sering lalai dalam memeriksa denyut nadi. Padahal hal tersebut merupakan sesuatu yang memicu terkena stroke.
Kita sering abai terhadap perubahan denyut nadi. Padahal itu adalah tanda bahwa sesuatu yang tidak beres sedang terjadi pada tubuh kita, kata Tan Ru San, (13/3/2018).
Tan Ru San juga menegaskan bahwa kita semua jangan punya rasa ragu untuk meminta pertolongan dari seorang pakar. Terutama apabila perubahan denyut jantung atau denyut nadi bersamaan dengan kondisi badan yang mudah lelah. Seperti halnya mudah capek, sering mengalami deg-degan dan napas lebih pendek.
Hal tersebut akan menjadi baik jika lebih cepat diketahui. Pentingna mendiagnosis AF lantaran kelainan irama jantung dapat menyebabkan sejumlah gumpalan darah yang akan terbentuk di jantung.
Kalau setelah diperiksa ternyata memang benar AF maka dokter akan memberikan obat pengencer darah untuk diminum secara rutin. Agar tidak berlanjut sampai menjadi stroke, jelas Tan.
Selain itu, mendeteksi kondisi tubuh dengan cara melakukan medical checkup secara rutin. Usahakan melakukan medical checkup satu tahun sekali. Terutama dengan memeriksa kesehatan jantung.
Jangan abai dan cuek akan sinyal-sinyal yang sudah tubuh berikan. Deteksi dini ini bisa mengurangi risiko stroke sampai 60 persen, ujar Tan.
Selain itu, periksalah kadar gula pada darah dan tekanan jantung. Menurutnya, faktor resiko penyakit stroke terdapat ‘tiga serangkai’. Diantaranya darah tinggi, diabetes dan kelainan jantung yang memicu terkena stroke.
Pola hidup sehat jangan lupa. Dan upayakan terhindar dari stres, ucap Tan.

0 Comments